Kamis, 21 Juni 2012

tugas mahasiswa unanda





ANALISIS
PERBANDINGAN HASIL
 PEMBIAYAAN
TANAMAN PADI

DI SUSUN OLEH :
I PUTU SUMARIANTO
2009 12 032

PROGRAM STUDI ( AGROTEKNOLOGI )
UNIVERSITAS ANDI DJEMMA
PALOPO
2011/2012


HALAMAN JUDUL

ANALISIS PEMBIAYAAN
PERTANIAN DI BIDANG 
PETANI PADI

DI AJUKAN SEBAGAI TUGAS
MATA KULIAH
METROLOGI PENELITIAN”
DI UNIVERSITAS ANDI DJEMMA
 (UNANDA)

DI SUSUN OLEH :

        SLAMET
   2009 12 013

UNIVERSITAS ANDI DJEMMA (UNANDA)
CAB. MASAMBA
2011 / 2012






i             
HALAMAN PENGESAHAN

ANALISIS PEMBIAYAAN
PERTANIAN DI BIDANG 
PETANI PADI

DI SUSUSN :
              SLAMET
           2009 12 013

PROPOSAL INI TELAH DI PERIKSA DANSIAP DI IKUT SERTAKAN SEBAGAI TUGAS MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIA,SEMESTER LIMA,UNIVERSITAS ANDI DJAMA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 DI CAB, MASAMBA

MENGETAHUI:
DOSEN,MATA KULIAH
METODOLOGI PENELITIAN


INTI SARI SP Msi



ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjat kan kehadiran tuhan yang maha kuasa atas terselesainya makala yang berjudul “PERBANDINGAN PEMBIAYAAN TANAMAN PADI”ini penyusun juga mengucapkan terimakasi atas dukungan bapa/ibik dosen dan teman-teman sekalian yang sagat membantu terselesainya makala mata kuliah metodologi penelitian  mengenai PERBANDINGAN PEMBIAYAAN TANAMAN PADI.
Melalui makala ini kami juga igin menginpormasikan masukan kepada para pembaca mengenal PERTANIAN namun penyusun menyadari bahwa penyusun masih mempunyai kekurangan dalam penyusunan makalaini.karena itu kami memintak saran dan kritikan atas makala ini dan kami juaga memperbaiki lebih baik kedepan.
Masamba,januhari 2012



Penyusun















iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................i
HALAMAN JUDUL.................................................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN..................................................................................iii
DAFTAR ISI............................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................1
A.latarbelakang......................................................................................1
B.rumusan masalah...............................................................................5
C.tujuan dan kegunaan..........................................................................5
BAB II TUJUAN PUSTAKA...................................................................................6
A.tananaman padi.....................................................................................6
B.produksi.................................................................................................7
C.pendapatan.............................................................................................7
D.hipotesis..................................................................................................8
BAB III METODE PENELITIAN.........................................................................9
A.lokasi.......................................................................................................9
B.wilayah....................................................................................................9
D.populasi dan sampel.............................................................................10
BAB IV HASIL PEMBAHASAN..........................................................................12
A.analisis data panen pertama.................................................................12
B.analisisdata panen kedua ....................................................................14
C.perbandigan..........................................................................................15
BAB V KESIMPULAN.........................................................................................16
A.kesimpulan...........................................................................................16
B.saran....................................................................................................16
DAFTAR PUTAKA………………….………………………………...………...v






iv
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Kita semua tahu Indonesia adalah Negara yang sanagt kaya atas sumber daya alamnya. Sala satu kekayaannya adalah pertanian. Pertanian adalah sejenis proses produksi kas yang didasarkan atas proses pertumbuhan tanaman.
Pertumbuhan sector pertanian sangat dibutuhkan  untuk mengakseslorasi perekonomian pedesaan, sector pertanian Indonesia. Sampai saat ini masih sangat tergantung pada hasil primer, sehingga nilai tambah yang diperoleh masih renda dan kurang produktif di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Kedepan pemerintahan harus dapat mendorong perkembangan produk pertanian olahan primer, selain untuk meningkatkan nilai tambah juga meningkatkan dan memperluas pangsa pasar di dalam dan di luar negri. Negara berkembang penghasil produk pertanian untuk mengsiasati perdagangan dunia yang tidak adil. Apabila hal ini dapat dilakukan maka sector pertanian akan tumbuh lebih cepat, akan memajukan pertimbuhan sektor-sektor lain secara lebih cepat melalui kaitan ke belakang dank ke depan dalam kegiatan produksi dan konsumsi.
Menyimak pemberitaan beberapa media masa akhir-akhir ini tentang semakin rawannya ketersediaannya pangan di Indonesia memperihatinkan. Pengaruh kegagalan panen, bangkrutnya padi dan harga pangan yang semakin meningkat dan meruntuhkan prospek pertumbuhan ekonomi. Kondisi dimana bahan pangan dan komoditi lain yang  tinggi tentu juga tentu juga berakibat pada peningkatan inflasi. Semakin rawanya ketahanan pangan di Indonesia merupakan akibat semakin menurunnya luas lahan dan produktifitas lahan yang tidak mungkin ditinggalakan
Peningkatan kebutuhan terhadap produksi pertanian semakin terbatas jumlah sumberdaya pertanian, oleh sebab itu system usaha tani yang selama ini lebih

1
berorientasi komodity ( commodity oriented ) harus beralih kepada system usaha yang berbasis sumberdaya (commudity base ). Sepeti hal-hal system usaha tani agribisnis. Sala satu aspek penting dalam pengembangan agribisnis adalah bahwa kualitas hasil sama pentingnya dengan kuantitas dan kuantinuitas hasil.
Disamping factor tanah, produksi pertanian sanagt di pengaruhi oleh kondisi air dan berbagai unsur iklim misalkan pada tanaman padi . padi merupakan tanaman pangaan berupa rumput-rumput. Manfaat yang dihasilkan padi adalah beras. Beras merupakan makanan sumber karbohidrat yang utama. Pengolahan padi agar bias menjadi beras yaitu sebagai berikut :
-           Persiapan Lahan
Petak-petak sawah dengan ukuran-ukuran 4M x 5M di batasi kemudian buat petak-petak percobaan, sesuai dengan perlakuan disain parit pada masing-masing perlakuan. Lahan sawah disiapkan separti petani biasa sehingga lahan dalam siap ditanami dengan bibit umur 12 hari. Tetapi lahan tanah didranase sampai kondisi tanah-tanah macak-macak.
-          Penanaman
Benih yang sudah semaikan selama 12 hari dan setelah itu dicabut dengan hati-hati kemudian ditanam satu biji perlubang tanam yang sudah diberi tanda, dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm.
-          Pemeliharaan
Pemeliharaan meliputi pemupukan yakni urea 200 kg/ha dan diberi tiga kali yaitu pemupukan pertama pada saat tanam dengan dosis 100 kg/ha. Pada saat tanam ini juga SP36 dan KCL juga di berikan dengan dosis 100 kg/ha. Pemupukan kedua orea diberi pada umur tanaman  21 dan 42 hari setelah tanam., masing-masing 50 Kg/ha. Sedangkan untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan apabila ada tanda-tanda serangan hama dan penyakit.
-          Pengairan,Pemberian air dilakukan seperti system SRI yakni kondisi lahan jaga dalam keadaan macak-macak sampai masuk  ke pase generatif. Kemudian pada fase generatif sampai padi berumur 25 hari sebelum panen. Ketika padi sudah mulai kelihatan masak ,lahan mulai dikerimgkan.



3
-          Panen
Pada saat tanaman padi telah menguning lebih dari 90% pada satu rumpun tanaman dan daun sempurna mengering. Pemanenan dilakukan dengan cara menyabit rumpun tanaman padi.
Namun tidak semudah yang kita bayangkan di atas ? petani banyak mrngalami kendala seperti hama penyakit dan lain-lain. Contoh hama dan penyakit yaitu :
-          Burung
Menyerang tanaman menjelang panen,tangkai buah patah, biji berserakan.
-          Penyakit blast
Penyakit ini disebabkan oleh jamur pricularia oryzae. Gejalahnya menyerang daun buku pada malai dan dan ujung tangkai malai, daun, gelang buku, tangkai malai, dan cabang di dekat pangkal malai membusuk.
-          Penyakit kerdil
Penyakit kerdil ini disebabkan oleh viris di tularkan oleh wereng. Gejalanya menyerang daun dan titik tubuh.

Selain di atas masih ada kendala yang paling penting yaitu pembiayaan. Pembiayaan adalah factor dalam pertanian yang sangat penting.Misalkan kita ambil daerah Lombok, luas lahan daerah tada hujan di daerah Lombok adalah 15.000 ha atau sekitar 14 % dari keseluruhan sawah yang ada. Meski di pulau Lombok sekitar 86 % lahan sawah sudah mempunyai system irigasi hanya hau (sekitar 52%) yang dapat melayani dua kali tanam dan 48% merupakan sawah yang dilayani irigasi hanya pada musim hujan. Bila persediaan irigasi dalam keadaan krisis. Misalnya karena terjadi kekeringan atau hujan yang datang terlambat maka daerah irigasi hilir ini tidak akan mendapatkan air irigasi . ini juga dapat merugikan petani dalam pembiayaan dalam pertanian.
Pembiayaan dalam pertanian merupakan factor utama dalam pertanian. Dari situ petani bias mendapatkan hasil yang sesuai dan berkaulitas. Sebagai kebutuhan hidup petani.    




4
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apa yang menjadi factor utama dalam pertanian ?
2.      Bagai mana petani dapat meningkatkan hasil pertanian ?
3.      Apakah petani dapat menjalankan pertanian tanpa biaya ?
4.      Apa yang menjadi kendala utama dalam pertanian ?

C.    Tujuan dan Kegunaan
Adapun tujuan dan kegunaannya yaitu :
1.      Tujuan
Adapun tujuannya yaitu :
·         Mengetahui factor utama pertanian
·         Meningkatkan mutu pertanian
·         Mengetahui kendala dalam pertanian

2.      Kegunaan
Adapun kegunaan yaitu :
·         Sebagai penelitian
·         Sebagai pembelajaran
·         Sebagai motifikasi dalam meningkatkan mutu pertanian












5

BAB II
TUJUAN PUSTAKA

A.    Tanaman Padi
                  
Padi merupakan tanaman pangan Berupa rumput-rumput. Manfaat yang bias di ambil dari padi adalah beras. Beras merupakan makanan sumber karbohidrat utama bagi manusia. Pengelolahan padi agar beras melalui beberapa tahap di antaranya :
-          Persiapan Lahan
Petak-petak sawah dengan ukuran-ukuran 4M x 5M di batasi kemudian buat petak-petak percobaan, sesuai dengan perlakuan disain parit pada masing-masing perlakuan. Lahan sawah disiapkan separti petani biasa sehingga lahan dalam siap ditanami dengan bibit umur 12 hari. Tetapi lahan tanah didranase sampai kondisi tanah-tanah macak-macak.
-          Penanaman
Benih yang sudah semaikan selama 12 hari dan setelah itu dicabut dengan hati-hati kemudian ditanam satu biji perlubang.
-          Pemeliharaan
Pemeliharaan meliputi pemupukan yakni urea 200 Kg/ha dan diberi tiga kali yaitu pemupukan pertama pada saat tanam dengan dosis 100 Kg/ha. Pemupukan kedua orea diberi pada UMUT 21 dan 42 hari setelah tanam., masing-masing 50 Kg/ha. Sedangkan untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan apabila ada tanda-tanda

6
serangan hama dan penyakit.
-          Pengairan
Pemberian air dilakukan seperti system SRI yakni kondisi lahan jaga dalam keadaan macak-macak sampai masuk  ke pase generative.
-          Panen
Pada saat tanaman padi telah menguning lebih dari 90% pada satu rumpun tanaman dan daun sempurna mengering.
Sesudah menjadi gabah padi siap dikelolah menjadi beras ataupun dijual sebagai kebutuhan hidup si petani.

B.     Produksi

Kegiatan awal yang dilakukan manusia dalam memenuhi kebutuhan adalah kegiatan menghasilkan produk (barang dan jasa). Tanpa kegiatan ini manusia tidak akan memperoleh alat pemuas kebutuhannya. Kegiatan menghasilkan barang maupun jasa ini yang kemudian dikenal istilah produksi.
Menurut para ahli, pengertian produksi mengalami perkembangan yang dapat diuraikan sebagai berikut :
1.      Menurut ahli Fisiokrat, produksi adalah kegiatan untuk menghasilkan barang baru.
2.      Pengertian produksi kemudian diperluas oleh ahli klasik yang menyatakan bahwa produksi kegiatan menghasikan barang.
3.      Pengertian produksi terus berkembang. Pada akhirnya para ahli memberi pengertian bahwa produksi yaitu kegiatan menghasilkan barang maupun jasa, atau kegiatan menambah mamfaat suatu barang.
Kegiatan yang termasuk produksi adalah kegiatan yang dapat menghasilkan barang baru (pertanian).
C.     Pendapatan
Ø  Biaya
Secara ekonomis betanam padi keuntungan yang layak karena biaya produksi yang diperlukan cukup tinggi yaitu sekitar Rp. 3.000.000/ha apabila hujan normal. Tetapi apabila hujan tidak menentu, biaya produksi bias mencapai 4.000.000/ha. Komponen pembiayaan yang tinggi padi berasal dari pengolahan tanah dan pengendalian gulma


7
yang bisa mencapai 65% dari biaya total usaha tani. Tanah yang sulit kemudian dibongkar karena kandungan liat yang tinggidan pertumbuhan gulma yang sangat kondusif pada kondisi tanah yang lembek  sehingga biaya penyiangan menjadi tinggi sampai 100-200 HOK/ha.
Ø  Biaya Bersih
Secara ekonomi tanaman padi memerlukan biaya yang lumayan tinggi yaitu Rp. 3.000.000 /ha. Apabila hujan normal dan gangguan hama dapat diatasi.
Ø  Biaya Kotor
Secara ekonomi tanaman padi yang hujannya tidak menentu ,tanahnya yang sulit dibongkar,ganguan hama dan penyakit, memerlukan biaya yang cukup besar. Dari 4.000.000 /ha sampai lebih besar.

D.Hipotesis
Berdasarkan uraian diatas tanaman pangan berupa rumput –rumput. Yang perawatannya diperlukan diperlukan perlakuan kusus dan banyak membutuhkan biaya agar dapat mencapai hasil yang maksimal. Pembiayaan yang cukup tinggi ini dapat merugikan petani dan kondisi lingkungan juga dapat merugikan petani. Namun petani saat ini sudah banyak mengalami perubahan seperti cara petani, penggunaan alat modern contohnya, Traktor, Dros, Candu, dan lain-lain. Dari sinilah petani sekarang mengalami perubahan-perubahan yang pesat, meringankan biaya dan mendapatkan hasil yang diinginkan. 
















8
BAB III
METODE PENELITIAN

A.     Lokasi
Adapun lokasi, waktu dan tempat dilakukan penelitian yaitu di daerah Lombok pada tanggal 2 januari 2011, pukul 10 : 15 WIB, yang terletak di desa Wonerojo. Karena itu tempat yang tepat untuk dilakukan penelitian.
B.      Wilayah
Luas wilayah Desa Kuripan selatan adalah 1063 ha (10,63 km2) yang memanjang dari utara ke selatan dan berada pada pada ketinggian antara 60 m dpl sampai dengan 100 m dpl dengan kelerengan yang cukup bervariasi yaitu dari datar  (< 5%) sampai berbukit dan bergunung (>40%). Topografi desa Kuripan selatan berupa daratan dan perbukitan / pegunungan, dimana dataran seluas 200 ha, dan perbukitan atau pegunungan seluas 463 ha. Keadaan topografi desa membentuk suatu sekuen dari bagian timur yang datar dan terus menurun kearah barat sampai ke sungai Dodokan yang terletak di Desa Gerung. Pada sekuen bagian utara, terdapat daerah-daerah yang mempunyai perubahan lereng yang cukup besar karena berada pada lereng gunung Sasak.
Tanah di Desa Kuripan Selatan didominasi tanah jenis vertisols pada bagian timur yang relative datar dan Entiols pada daerah sekitar perbukitan / pegunungan. Kesuburan tanah di Desa Kuripan Selatan cukup bervariasi . berdasarkan analisis lapangan, lapisan tanah wilayah timur masih cukup tebal (sampai 150 cm), tkstur liat, struktur teguh. Daerah ini tererosi ringan karena tofografi yang cukup datar. Pada wilayah ini lahan dimanfaatkan oleh petani untuk budidaya tanaman padi dan palawija. Sedangkan pada wilayah bagian barat yang berada pada daerah perbukitan, lapisan tanahnya (solum tanah) relatif  kurang tebal dibandingkan dengan dengan wilayah timur, tekstur lempung pasiran sampai liat, struktur agak
teguh dan tererosi agak teguh dan tererosi agak berat. Lahan di bagian ini oleh petani
umumnya digunakan untuk budidaya palawija dan sayur-sayuran seperti kacang panjang, tomat dan lain-lain.






9
C.     Populasi dan Sempel
1.      Populasi
Analisis jumlah penduduk di Desa kuripan selatan yang berjumlah 30 orang maka hanya ada 10 orang yang melakukan kegiatan pertanian di bidang persawahan tersebut yang di ambil sebagai
2.      Sampel
Rumus yang digunakan dalam penelitian ini

jumlah orang yang bergerak di bidang pertanian lain
                                                                                   X 100%
jumlah orang yang bergerak di bidang pertanian sawah 



























10
BAB IV
HASIL PENELITIAN


A.    ANALISIS DATA PANEN PERTAMA

Adapun biaya yang dikeluarkan dalam petani sawah penduduk. Kuripan selatan adalah :

No
Nama
Biaya
Hasil
Ket
1
Ardi
Rp. 3.000.000
Rp 10.000.000

2
Dion
Rp. 3.500.000
Rp. 7.000.000

3
Dian
Rp. 4.000.000
Rp. 7.500.000

4
Lian
Rp. 5.000.000
Rp. 6.900.000

5
Alan
Rp. 3.000.000
Rp. 9.000.000

6
Li
Rp. 3.000.000
Rp. 9.500.000

7
Eng
Rp. 3.100.000
Rp. 9.100.000

8
Kepin
Rp. 3.600.000
Rp. 8.000.000

9
Si
Rp. 4.000.000
Rp. 7.900.000

10
Parto
Rp. 4.100.000
Rp. 7.200.000

Jumlah
Rp. 36.300.000
Rp. 82.100.000







            RATA-RATA HASIL BERSIH
RATA-RATA HASIL BERSIH
          RATA-RATA HASILBERSIH=PR.4.580.000

           










12


GRAFIK 1
























                                                                                                               




13
 
 B.PANEN KE-2

No
Nama
Biaya
Hasil
Ket
1
Ardi
Rp. 3.500.000
Rp. 9.000.000

2
Dion
Rp. 3.500.000
Rp. 7.000.000

3
Dian
Rp. 3.000.000
Rp. 7.500.000

4
Lian
Rp. 5.000.000
Rp. 6.900.000

5
Alan
Rp. 3.000.000
Rp. 9.000.000

6
Li
Rp. 3.000.000
Rp. 9.500.000

7
Eng
Rp. 3.100.000
Rp. 9.100.000

8
Kepin
Rp. 3.600.000
Rp. 8.000.000

9
Si
Rp. 5.000.000
Rp. 7.000.000

10
Parto
Rp. 4.100.000
Rp. 7.200.000

Jumlah
Rp. 39.300.000
Rp.91.100.000






RATA-RATA HASIL BERSIH
RATA-RATA HASIL BERSIH
          RATA-RATA HASILBERSIH=PR.5.180.000


















14
GRAFIK 2












                                                                                                               
















14
          C HASIL PERBANDINGAN

                        Dari hasil perbandingan yang di dapat adalah:
NO
PANEN
HASIL
1
PERTAMA
RP.4.580.000
2
KEDUA
RP.5.180.000





















15
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa factor utama petani dalam pertanian adalah uang. Karena uang yang bias memudahkan petani untuk bertani dan mendapatkan hasil yang oktimal. Pada masa sekarang ini jika kita tidak menggunakan uang dalam bertani maka pertanian tidak dapat berjalan.
Adapun kendala yang dihadapi petani dalam bertani ialahburung menjelang penen, penyakit becak daun merah, penyakit blact, busuk pelah daun, dan masih banyak lainnya.
Di sisi lain mengenai biaya dalam bertani sawah petani mengeluarkan biaya yang cukup besar sekitar +  Rp. 4.550.000 menerupakan biaya oktimal bagi petani sawah untuk menghasilkan mutu yang berkaulitas.perbadingan hasil yang di peroleh adalah: pada panen yang pertama Rp.4.580.00, dan yang kedua adala:Rp5.180.00, jadi perbandigan hasil yang di peroleh lebih menguntungkan panen yang kedua di bandingkan pertama.

B.     Saran

Dengan dilaksanakannya penyusunan makalah ini yang membahas tentang “Analisis Pembiayaan Pertanian” saya selaku penyusun atas nama UNIVERSITAS ANDI DJEMMA ingin mengajukan saran agar tahun kedepan saya sangat berharap sebaiknya kegiatan ini masih sanagt perlu diadakan kembali. Dilihat dari segi manfaatnya, kegiatan seperti ini sangat bermamfaat khususnya mahasiswa untuk bekal ke depan. Dan kemudian hari  penyusunan makalah ini akan berguna untuk masing-masing pribadi mahasiswa.









16
DAFTAR PUSTAKA

Bustomi, Z.  2000.  Prinsip dasar analisis kebutuhan air dan ketersediaan air irigasi.  Kursus singkat Pengelolaan sistem sumberdaya air dalam ottonomi daerah.  Yokyakarta
Bermanakusumah, R.  1995.  Peningkatan efisiensi di sawah serta cara pemasyarakatannya.  Pusat dinamika pembangunan. UNPAD
Kasim, M. dan Rozen, N.  2006.  Teknik dan penerapam SRI (the Systen of rice intensification) untuk meningkatkan hasil padi.  Makalah seminar ilmiah dalam rangka Dies Natalis Fakultas Pertanian Universitas Andalas.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat.  2005.  Multi fungsi pertanian dan ketahanan pangan.  Prosiding seminar nasional.  Bogor.  Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.  Deptan.
Uphof, N.  2000.  The Sistem of Rice  Intensification (SRI) and relevan for food security and natural resource management in Southeast Asia at Chiang Mai Thailand.
Kasim. M. 2004. Percobaan plot tentang penerapan SRI dan cara tradisional. Fakultas     Pertanian, Universitas Andalas, Padang.
Departemen Pertanian, 2003.  Pedoman umum Pengembangan sistem dan usaha agribisnis tanaman serealia.  Direktorat Serealia, Jakarta.
Guerra, L., S. Bhuiyan, P. Tuong and R. Barker.  1998.  Producing more rice with less water from irrigated sistems.  International water management Institute.  Colombo Srilangka.
Gomez, K.A. And A.A. Gomez.  1995.  Prosedur statistik untuk penelitian pertanian.  Terjemahan oleh Endang Syamsudin dan J.S.  Baharsyah.  UI Press.  Jakarta.
Handoko dan E. Pasandaran.  1995.  Pengelolaan air berdasarkan pendekatan pola tanam dan analisis data iklim untuk mengefisienkan irigasi.  Pusat dinamika pembangunan. UNPAD.
Hillel, D.  1980.  Fadumental of Soil Physsics.  Academic Press Inc. New York.










 v